PENGERTIAN DYSPRAXIA
DYSPRAKSIA
Ada berbagai
variasi usia tentang gejala-gejala dyspraksia pada umumnya
Apa itu
dyspraksia
Bagaimana
penanganan tentang anak yang mengalami dyspraksia ini
Kita akan
bahasa dulu apa yang dimaksud dengan dyspraxia?
Dyspraksia
ini adalah gangguan perkembangan kordinasi yang mempengaruhi kordinasi motorik
dan belajar kemampuan yang bisa mempengaruhi semua fase dan aspek-aspek
pertumbuhan anak termasuk fisik, sosial, memori, bahasa, indra pembangunan,
pertumbuhan intelektual dan emosional
Seorang anak
yang memiliki gejala dyspraksia cenderung mempengaruhi atau memiliki kekurangan
akan kemampuan untuk melakukan kegiatan / aktitas sehari-hari, yang antara
lain;
1. Kemampuan fisik (motor skill)
Pada bagian kemampuan fisik seorang
penyandang dispraksia karena cenderung clumsy (kaku) dalam artian melakukan
aktifitas kegiatan fisik cenderung mengalami suatu permsalahan, seperti:
a.
Handwriting
(Kemampuan Menulis)
Cenderung
memiliki masalah tentang penulisan huruf yang baik dan mudah untuk dipahami
disebabkan oleh faktor ketidak seimbangan motorik sang anak
b.
Balance
(Keseimbangan)
Aktifitas
yang bisa dikaitkan disini adalah: Bersepeda, melempar, menangkap bermain Hola
hop orang yang memiliki dyspraksia akan mengalami kesulitan untuk melaksakan
aktifitas yanng sifatnya berkaitan dengan fisik
c.
Dressing (Berpakaian)
Seperti
bagaimana harusnya memasukan kaki untuk memasang celana memasaukan tangan untuk
baju atau mengikat bagian celana atau juga memasukan kancing baju
d.
Rythem
(gerakan)
Aktifitas
yang bisa dikaitkan disini adalah: Melakukan gerakan seperti menari, mengikuti
gerakan-gerakan sesuai dengan irama
e.
Bumping
(menabrak)
Kecenderungan
seseorang memiliki masalah dyspraksia akan memiliki masalah tentang cara
mengambil keputusan akan suatu gerakan seperti kasus misalnya mereka dihadapkan
dengan posisi gerak yang sempit untuk suatu aktifitas pergerakan disebakan oleh
posisi meja yang saling berdekatan maka mereka cenderung untuk menabrak semua
meja / halangan tersebut karena memiliki kecendungan tidak bisa memutuskan
apakah harus digeser atau tidak, mejanya
harus digeser kemana dsb
f.
Strength
(Kekuatan) biasa mereka memiliki masalah tentang bagaimana caranya harus
mengatur kekuatan, seperti kapan harus memegang secara kuat, dan kapan harusnya
memegang sesuatu itu dengan kekuatan biasa saja
2. Speech (berbicara)
Pada bagian ini Seorang anak penyandang
dyspraksia cenderung memiliki kekekurangan terkait dengan:
a.
Artikulation
(artikulasi) kecenderungan memiliki masalah mengucapkan kata-perkata untuk
berbicara atau menyampaikan suatu bahasa,
b.
Volume
(Tinggi rendah suara)
kecenderungan
tidak bisanya mengatur volume suara apakah nyaring atau terlalu lembut ketika
mereka berbicara.
c.
Rate
(kecepatan berbicara)
Sama halnya
dengan volume mereka kecenderungan tidak bisanya mengatur akan cepat /
lambatnya pengucapan akan suatu kata ataupun bahasa ketika berbicara dan itu sangat
berbeda dengan orang normal umumnya.
3.
Memory à
Focus (konsestensi berpikir)
Kekurangan mereka juga akan mempengaruhi cara
berpikir, cara mengingat hal/kegiatan, mudah mengalihkan perhatiannya ketika
mengerjakan sesuatu, mudah berpindah-pindah pekerjaan /aktifitas yang sedang
dikerjakannya.
4. Planning à completing
Pada bagian ini mereka cenderung bingung
bagaimana harus merencakan suatu aktifitas
tentang langkah demi langkah ketentuan aktifitas tersebut atau ketika
aktifitas itu ada yang sudah mereka laksanakan, mereka kesulitan untuk
menyelesaikan aktifitas yang sudah mereka buat sebelumnya dan kebanyak berakhir
dengan aktifitas yang stengah-setengah penyelesaian (tidak selesai)
Treatment
(penanganan)
1. S/L (Speech
treatment therapy)
Untuk masalah, seperti:
a.
Articulation
b.
Volume
c.
Rate
2.
OT (Occupational therapy)
Terapi-terapi yang relevan dengan keadaan
atau masalah sang anak
3.
PT (Fisical therapy)
Untuk masalah motor skills, seperti:
a.
Handwriting
b.
Balance
c.
Dressing
d.
Bumping
e.
Strength
Komentar
Posting Komentar